KH. DJEDJE MUTAKIN

Pembina RA Miftahul Falah Pulaksana.

PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK RA MIFTAHUL FALAH PULAKSANA

Menyelenggarakan pendidikan anak usia dini berbasis penguatan pendidikan karakter dan moral sesuai dengan tuntunan agama.

PELAKSANAAN KEGIATAN PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN

Kegiatan pendidikan dan pembelajaran di RA Miftahul Falah disesuai dengan tahapan usia, karakteristik, kebutuhan dan minatnya.

RA MIFTAHUL FALAH PULAKSANA

Pola kerjasama yang sinergis dibangun antara pihak yayasan, pendidik dan orang tua wali para peserta didik.

RA MIFTAHUL FALAH PULAKSANA

Kp. Pulaksana Ds. Tonjongsari Cikalong Kab. Tasikmalaya Jawa Barat.

Rabu, 24 Maret 2021

THE GOLDEN AGE


Satu diantara faktor penentu keberhasilan mencetak anak yang berkualitas adalah dengan memanfaatkan suatu kesempatan emas, atau masa keemasan dalam periodisasi tumbuh kembanh mausia atau yang dalam kajian periodisasi pertumbuhan dan perkembangan manusia dikenal dengan istilah The Golden Age. Dari berbagai penelitian ditemukan bahwa The Golden Age ini terdapat pada masa konsepsi, yakni sejak manusia masih sebagai janin dalam Rahim ibunya hingga beberapa tahun pertama kelahirannya yang diistilahkan dengan usia dini. 

Dalam kajian mengenai The golden age yang berarti masa keemasan dalam periodisasi kehidupan ini, ternyata peranannya mengambil porsi cukup besar dalam menentukan kualitas manusia. The Golden Age merupakan masa yang sangat efektif dan urgen untuk dilakukannya optimalisasi berbagai potensi kecerdasan yang dimiliki oleh anak manusia untuk menuju Sumber Daya Manusia yang berkualitas. 

MENGGALI POTENSI PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN ISLAMIC PARENTING


Islamic Parenting adalah dua kata yang berasal dari Bahasa Inggris, dimana Islamic merupakan kata sifat (adjective) bagi parenting. Islamic Parenting dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan Parenting Islami. Kata "Parenting" mempunyai kata dasar yaitu parent yang dalam bahasa Inggris berarti orang tua. Penggunaan kata “parenthing” untuk aktifitasaktifitas orang tua di sini karena memang saat ini belum ada kata yang tepat.yang sepadan dalam bahasa Indonesia.

Parenthink pada dasarnya adalah pola asuh dan pendidikan sejak anak lahir sehingga anak telah memenuhi kriteria untuk disebut sebagai pribadi yang dewasa, bukan hanya dewasa secara fisik, namun juga dewasa secara mental atau psikologis. Pendidikan keorangtuaan adalah upaya peningkatan/penguatan pengasuhan, perlindungan, dan pendidikan yang dilaksanakan oleh keluarga untuk mendukung pembelajaran para peserta didik.

Parenting itu merujuk pada suasana kegiatan belajar mengajar yang menekankan`kehangatan`bukan kearah suatu pendidikan satu arah atau tanpa emosi. Istilah`parenting` diartikan bahwa pendidikan akan lebih memberikan hasil maksimal dengan suasana yang ada dalam keluarga. Parenthing ialah upaya pendidikan yang dilaksanakan oleh keluarga dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia dalam keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Parenthing sebagai proses interaksi berkelanjutan antara orang tua dan anak-anak mereka yang meliputi aktifitas-aktifitas memberi makan (nourishing), memberi petunjuk (guiding), melindungi (protecting) anak-anak ketika mereka tumbuh kembang

BUNDA SEBAGAI FIGUR IDEAL


Pesatnya kemajuan teknologi informasi yang diikuti dengan merasuknya aneka layanan gadget dalam relung kehidupan keluarga telah menempatkan anak menjelma sebagai subyek didik yang berbeda dengan zaman kita dahulu. Semuanya menuntut perhatian ekstra dari kita khususnya kaum ibu yang sedari awal telah mendampingi mereka. Di sinilah, semakin dibutuhkan kesadaran baru akan parenting (pengasuhan) dengan teknikteknik yang baru untuk merespon tantangan baru di era merebaknya teknologi informasi dan perubahan zaman. 

Dalam konteks pendidikan anak, sejatinya peran ibu lebih utama dan dominan daripada peran ayah. Hal ini perlu dipahami karena ibu orang yang lebih banyak menyertai anak-anaknya sejak seorang anak itu lahir, ibulah di sampingnya bahkan dikatakan bahwa pengaruh ibu terhadap naknya dimulai sejak dalam kandungan. Dalam sebuah keluarga ibu sebagai figur sentral yang dicontoh dan diteladani. Dalam banyak kesempatan, Rasulullah saw. memerintahkan untuk memperhatikan secara saksama fenomena ini, khususnya anak-anak. Misalnya saja, Nabi saw. bersabda, "Cintai dan sayangilah anak-anak. Bila kalian menjanjikan sesuatu kepada mereka, tepatilah. Sebab, mereka hanyalah tahu bahwa kalianlah yang dapat memberi mereka rezeki." 

Secara empiris diakui bahwa ibu dan ayah dalam bingkai kehidupan mahligai keluarga (rumah tangga) memberikan fondasi dan persemaian dalam pendidikan karakter anak-anaknya. Mengutip pendapat Philips, ikatan ibu-ayah dalam keluarga hendaknya menjadi sekolah untuk kasih sayang (school of love), atau tempat belajar yang penuh cinta sejati dan kasih sayang.

MEMBANGUN KARAKTER DI RA MIFTHUL FALAH


Berdasarkan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berkaitan dengan dengan Pendidikan Anak Usia Dini tertulis pada pasal 28 tayat 1 yang berbunyi “Pendidikan Anak Usia Dini diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai dengan umur 6 tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti Pendidikan Dasar”. 

Selanjutnya pada Bab I pasal 1 ayat 14 ditegaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan untuk mengikuti penididikan yang lebih lanjut.

Kata karakter berasal dari kata Yunani, yang berarti “to mark” (menandai) dan memfokuskan, bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku Melalui pendidikan karakter bukan saja dapat membuat seorang anak mempunyai akhlak yang mulia, tetapi juga dapat meningkatkan keberhasilan akademiknya. 

Pendidikan karakter merupakan hal utama yang diperhatikan di lingkungan RA Miftahul Falah, hal ini karena pendidikan karakter erat kaitannya dengan personality (kepribadian) seeorang. Seseorang bisa disebut orang yang berkarakter (a person character) apabila perilakunya sesuai dengan kaidah mora. Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak.