Pesatnya kemajuan teknologi informasi yang diikuti dengan merasuknya aneka layanan gadget dalam relung kehidupan keluarga telah menempatkan anak menjelma sebagai subyek didik yang berbeda dengan zaman kita dahulu. Semuanya menuntut perhatian ekstra dari kita khususnya kaum ibu yang sedari awal telah mendampingi mereka. Di sinilah, semakin dibutuhkan kesadaran baru akan parenting (pengasuhan) dengan teknikteknik yang baru untuk merespon tantangan baru di era merebaknya teknologi informasi dan perubahan zaman.
Dalam konteks pendidikan anak, sejatinya peran ibu lebih utama dan dominan daripada peran ayah. Hal ini perlu dipahami karena ibu orang yang lebih banyak menyertai anak-anaknya sejak seorang anak itu lahir, ibulah di sampingnya bahkan dikatakan bahwa pengaruh ibu terhadap naknya dimulai sejak dalam kandungan. Dalam sebuah keluarga ibu sebagai figur sentral yang dicontoh dan diteladani. Dalam banyak kesempatan, Rasulullah saw. memerintahkan untuk memperhatikan secara saksama fenomena ini, khususnya anak-anak. Misalnya saja, Nabi saw. bersabda, "Cintai dan sayangilah anak-anak. Bila kalian menjanjikan sesuatu kepada mereka, tepatilah. Sebab, mereka hanyalah tahu bahwa kalianlah yang dapat memberi mereka rezeki."
Secara empiris diakui bahwa ibu dan ayah dalam bingkai kehidupan mahligai keluarga (rumah tangga) memberikan fondasi dan persemaian dalam pendidikan karakter anak-anaknya. Mengutip pendapat Philips, ikatan ibu-ayah dalam keluarga hendaknya menjadi sekolah untuk kasih sayang (school of love), atau tempat belajar yang penuh cinta sejati dan kasih sayang.








0 komentar:
Posting Komentar